15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

4.24.2011

MENGAPA KEMATIAN PADA BAYI KELINCI SERING TERJADI?

.
7 komentar

MENGAPA KEMATIAN PADA BAYI KELINCI SERING TERJADI?



Saat memelihara kelinci tentunya senang apabila kelinci kita dapat berkembang biak dan menghasilkan anak-anak kelinci yang sehat dan lincah. Akan tetapi sering pula kita kehilangan anak kelinci satu ekor atau lebih secara tiba-tiba dengan berbagai alasan yang berkaitan dengan faktor peternakan, nutrisi dan lingkungan. Kebersihan dari kotak beranak pun penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu, kotak beranak yang akan digunakan hedaknya didesinfeksi untuk mengurangi kontaminasi bakteri.

Induk kelinci hendaknya diobervasi secara rutin untuk memastikan ia makan dan minum serta tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Dan dilakukan pengecekan setiap hari secara teratur pada kotak beranak apakah kotor atau ada bayi yang mati. Yang tak kalah penting adalah perlindungan induk kelinci dan kotak beranaknya terhadap faktor lingkungan diantaranya akibat cuaca yang extreme atau predator yang akan menimbulkan stress. Berikut penyebab kematian yang sering terjadi pada bayi kelinci :

1. Penyakit Infeksius

Penyakit akibat infeksi bakteri adalah penyebab utama kematian pada bayi kelinci yang masih dalam kandungan. Bakteri penyebab infeksi ini antara lain Pasteurella multocida, Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Clostridium perfringens. Pasteurella multocida dapat menyebabkan abortus, kematian pada saat dilahirkan dan kematian pada bayi kelinci yang masih dalam kandungan. Oleh sebab itu, kebersihan lingkungan sangat penting untuk diperhatikan dengan tidak ada feces maupun urin yang mengkontaminasi kotak beranak.

2. Kegagalan Induk Menyusui

Hal ini akan menyebabkan kematian pada bayi kelinci. Induk kelinci yang dapat memproduksi susu tetapi ia menderita penyakit seperti mastitis akan berdapak buruk bagi bayinya. Bayi kelinci tidak mendapatkan asupan nutrisi akan mengalami dehidrasi. Dan penting untuk diketahui bahwa induk kelinci menyusui anaknya hanya 1-2 kali sehari sehingga jika induk tidak berada didalam kotak beranak bukan berarti meninggalkan anaknya. Bayi kelinci juga harus diperiksa setiap hari, jika nutrisinya bagus maka kulitnya akan lembut dan perutnya bulat.

3. Naluri Induk

Beberapa induk memiliki naluri yang kurang sebagai induk. Naluri induk muncul dikarenakan hormon prolactin, oleh karena itu jika jumlah hormon prolactin yang rendah maka naluri yang muncul pun akan sedikit. Bahkan, tidak ada naluri untuk membuat sarang dalam kotak beranak, sehingga dapat digantikan dengan diambilkan dari bulu induknya atau diganti dengan kapas, tissue maupun kain yang lembut.

4. Nutrisi Induk

Kekurangan nutrisi pakan pada induk kelinci dapat menyebabkan gangguan laktasi dan bayi kelinci menjadi kurus. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kematian bayi kelinci pada saat didalam kandungan maupun pada saat melahirkan. Kekurangan vitamin E dapat diatasi dengan pemberian gandum atau tauge pada menu pakannya. Akan tetapi, produksi susu yang tinggi juga beresiko karena memungkinkan untuk pertumbuhan bakteri dalam tubuh bayi kelinci.

5. Lingkungan

Kematian bayi kelinci dapat juga disebabkan oleh lingkungan antara lain akibat predator misalnya tikus ataupun akibat cuaca yang suhunya dapat berubah secara mendadak sehingga induk dan bayi kelinci mudah stress dan sakit.


readmore »»

4.07.2011

MERAWAT BAYI KELINCI TANPA INDUK KELINCI

.
106 komentar

Merawat Bayi Kelinci Tanpa Induk Kelinci


Merawat bayi kelinci tanpa induk kelinci tentunya bukan hal yang biasa. Bahkan tak jarang bayi kelinci yang ditinggal oleh induknya tak mampu bertahan hidup. Tentunya permasalahan ini sering terjadi disekitar kita. Yuk, kita ulas bersama mengenai kebutuhan bayi kelinci saat setelah dilahirkan hingga siap disapih.

Pemeliharaan bayi kelinci tanpa induk kelinci tentunya perlu perhatian yang intens. Pada dasarnya induk kelinci menyusui bayinya hanya satu hingga dua kali sehari. Dan induk kelinci hanya akan menghasibkan waktu 5 menit didalam sarang untuk menyusui. Bayi kelinci yang belum disusui selama 48 jam harus diberikan tambahan pakan. Pemeliharaan bayi kelinci tentunya lebih sulit dibandingkan kelinci dewasa karena lebih rentan terhadap penyakit. Akan tetapi dengan ketelatenan dan kasih sayang pemilik maka hal tersebut dapat diatasi.

Bayi kelinci terutama yang usianya kurang dari 7 hari hendaknya diletakkan di tempat yang hangat pada suhu 27 ± 308C (80,6 ± 868F). Bayi kelinci bisa dimasukkan ke dalam sebuah kotak kecil dilapisi jerami dan bulu induk kelinci. Jika tidak memungkinkan mendapatkan bulu induk kelinci, maka dapat digantikan dengan kapas atau kain atun yang lembut.

Pakan pengganti untuk bayi kelinci yang kehilangan induknya, dapat diberikan susu kucing yang ditambahkan dengan multivitamin. Susu kucing sebelum diberikan harus diencerkan dengan air yang sebelumnya direbus untuk proporsi yang direkomendasikan sama seperti anak kucing. Susu yang diberikan harus hangat sebelum diberikan. Walaupun induk kelinci hanya menyusui 1-2 kali sehari, namun pakan pengganti susu kucing harus diberikan 3 ± 5 kali sehari. Dan selama pemberian susu pengganti hendaknya selalu dipantau berat badan dari bayi kelinci. Apabila berat badannya rendah sekali maka harus diberikan susu lebih sering dari sebelumnya.

Kebutuhan konsumsi susu pada anak kelinci (ml/hari)

Pemberian pakan pengganti dapat diberikan dengan spuit atau dengan botol susu lengkap dengan dot sama seperti pada anak kucing. Dalam membantu bayi kelinci menyusu perlu diberikan secara perlahan-lahan untuk menghindari pneumonia yang dapat berakibat fatal bagi bayi kelinci. Setelah selesai menyusu, maka langkah selanjutnya memijat perlahan perut mereka dengan kapas yang dibasahi air hangat. Tujuannya dalah untuk merangsang buang air kecil dan besar. Setelah mencapai usia 5 ± 6 hari, treatment pada perut diatas tidak diperlukan lagi karena anak kelinci akan dapat buang air sendiri.

Pada usia 3 minggu anak kelinci akan mulai menggingit jerami yang ada dalam kotak sehingga pada usia ini anak kelinci hendaknya mulai dikenalkan dengan pakan hijauan maupun konsentrat disamping tetap diberikan susu. Setelah berusia 35 hari anak kelinci siap disapih dan diberikan pakan berupa hijauan maupun konsentrat demi kelangsungan hidupnya. Semoga bermanfaat ^.^

Untuk Produk susu pengganti silakan klik disini

readmore »»

PRADIKA RABBIT ON JAWA POS "FOR HER"

.
0 komentar

PRADIKA RABBIT ON JAWA POS "FOR HER"
Rabu, 6 April 2011

Berikut cuplikannya, klik gambar untuk lebih memperbesar :)



readmore »»

Google+

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas