15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

3.31.2012

TANYA JAWAB DENGAN FORUM KREATIPRENEUR REPUBLIKA

.
8 komentar

TANYA JAWAB DENGAN FORUM KREATIPRENEUR REPUBLIKA


Tanya Jawab dengan Pradika dan Nimas (Pengusaha Ternak Kelinci)
by Kreatipreneur on Thursday, March 29, 2012 (diliput di Republika Rabu, 28 Maret 2012)

(1) Assalamualaikum wr wb
Halo, nama saya Nisa. Kebetulan saya juga memelihara beberapa kelinci di rumah dan saya juga tertarik untuk mengembangkannya ke dalam bisnis. Mohon infonya untuk tips dan kiatnya ya.… Oh ya, saya juga ada yang mau ditanyakan:
A. Bagaimana cara mengetahui jenis kelamin kelinci yang masih kecil/berusia sekitar dua bulan?
B. Apa saja produk yang bisa dihasilkan dari ternak kelinci?
C. Cara mengetahui antara kelinci Ras murni dean campuran, apakah ada perbedaan dalam pemeliharaannya?
D. Bagaimana cara menampung urine kelinci?
Sekian beberapa pertanyaan dari saya, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak karena sudah mau membagi ilmunya.
Wassalamualaikum wr wb
( Ratuh Nurunnisa )

Jawaban: 
(1) A. Untuk membedakan saat usia dua bulan dapat langsung dilihat di bagian kelaminnya. Kelamin jantan (buck) berbentuk bulat “o” dan betina (doe) berbentuk “v”. Berikut gambarnya: 
Buck = Jantan; Doe = Betina

B. Banyak produk yang dihasilkan dari ternak kelinci, mulai dari kelinci sebagai hewan hias, konsumsi (pedaging), bulu (fur), hingga kotorannya pun dapat digunakan.

C. Untuk mengecek atau menguji kelinci tersebut masih murni atau belum tercampur ras lain paling mudah adalah mengawinkannya dengan sesama rasnya dan jika hasilnya ada yang berlainan ras maka dapat dipastikan pernah disilangkan (tidak murni).

D. Cara menampungnya bisa dengan mendesain kandang agar urine kelinci tersalurkan ke satu tempat penampungan.

(2) Bagaimana awal memulai usaha/bisnis ternak kelinci itu?
Pertanyaan dari Anden D’martha, Bandar Lampung , Iin Yuniarti, dan Hakim Zain.

Jawaban: 
(2) Awal memulai tentukan dahulu kelinci apa yang akan dikembangkan, hias atau pedaging. Kemudian, belajar mengenal seluk-beluk tentang kelinci. Perbedaan paling mendasar dari kelinci hias dan pedaging adalah ras kelincinya. Untuk kelinci hias memiliki kriteria-kriteria standar tersendiri untuk setiap rasnya, saat ini mengacu pada America Rabbit Breeder Association (ARBA). Semakin mendekati standar tersebut maka harga juga semakin tinggi.

Untuk kelinci pedaging, pilih kelinci dengan postur badan komersial, yakni postur badan yang membulat, tidak panjang, dan dari kepala hingga ekor membentuk sebuah kurva. Bobot kelinci pedaging yang baik berusia tiga sampai empat bulan sudah mencapai lebih dari dua kg dan dapat dipanen (ada juga yang lebih cepat dan berat dari itu).
Tipe Badan Komersial
Keduanya, baik hias maupun pedaging, dapat dimanfaatkan kotoran feses dan urinenya untuk pupuk.

(3) Langkah apa saja yang ditempuh untuk memulai usaha kelinci?
(Andreawan dari Ngawi, Jawa Timur)

Jawaban: 
Mas Andreawan, jawaban untuk Anda sama dengan pertanyaan sebelumnya (Nomor 2). Silakan dicek jawabannya. Terima kasih.

(4)  A. Makanan apa yang paling baik buat kelinci?
B. Idealnya umur berapa kelinci dikonsumsi?
C. Bagaimana perawatan yang paling baik bagi kelinci? Vaksin, makan berapa kali sehari, seperti apa kandangnya?
D. Makanan olahan apa saja yang bisa dibuat dari kelinci?
E. Ke mana memasarkan kelinci dalam bisnis?
F. Mohon diberitahu di mana saja ada rumah makan/restoran yang menjual menu kelinci.
Terima kasih sebelumnya… : )
G. Berapa kisaran (range) harga jual kelinci di pasaran?
( Gilar Muliardo )

Jawaban: 
(4) A. Makanan yang baik tentu makanan yang bersih, bebas racun dan zat berbahaya lainnya, serta sesuai dengan kebutuhan nutrisi kelinci. Kami sarankan pelet khusus kelinci dan hay. Selain pelet kelinci, tidak kami sarankan penggunaannya karena dalam jangka panjang dapat mengakibatkan ganggguan di pencernaan kelinci.

B. Umumnya, saat ini kelinci potong yang siap untuk dipanen saat bobot sekitar 2 kg lebih atau berusia tiga sampai empat bulan. Perlu diketahui, kami fokus di kelinci hias, jadi untuk kelinci pedaging sebatas yang kami ketahui dari diskusi beberapa teman peternak kelinci pedaging yang kami kenal.

C. Perawatan yang baik tentunya yang sesuai dengan prinsip lima asas kebebasan untuk hewan atau five freedom for animal. Untuk lengkapnya, dapat cek di blog kami mengenai lima asas tersebut. Perlu diketahui juga, kelinci merupakan hewan yang suka kebersihan. Jadi, sebagai pemilik, kita harus selalu menjaga agar kondisi lingkungan kelinci bersih. Saat ini belum ada vaksin khusus untuk kelinci karena masih belum perlu.

D. Banyak, tapi kami tidak bergelut dalam kelinci konsumsi.

E. Cara memasarkan kelinci tidak jauh berbeda dengan cara memasarkan pet, seperti anjing dan kucing. Di rumah Anda sendiri pun juga dapat memasarkannya.

F. Setahu kami ada banyak, seperti di Lembang-Bandung, Batu-Malang, dan ada beberapa juga di Surabaya.

G. Harga kelinci bervariasi, bergantung pada kualitas dan rasnya untuk kelinci hias, dari ratusan hingga jutaan rupiah. Untuk kelinci potong, Rp 75 ribu per kg, menurut info yang kami dapatkan.

(5) Saya tinggal di Medan (Sumut). Pertanyaan saya, pangsa besar usaha kelinci ini ke mana ya? Kemudian, saya juga ingin tahu analisis usahanya. Syukron.
 (Mas Tri)

Jawaban: 
(5) Selama usaha kami berjalan, banyak permintaan dari pasar, baik hias maupun potong. Tentu jika bergerak di kelinci hias target pasarnya adalah hobi kelinci. Kelinci potong pada konsumen langsung, memasok ke beberapa restoran, atau warung-warung penjual daging kelinci. Untuk analisis usaha, kami kira terlalu panjang jika harus dijelaskan di sini.

*Sumber gambar dari Google.

Salam hangat dari kami, terima kasih atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ^.^

Peternakan Kelinci Surabaya Pradika Rabbit
-Pure Blood Breeding-

twitter: @pradikarabbit
FB: Surabaya Rabbitry

readmore »»

3.21.2012

ANCAMAN PENYAKIT KELINCI PADA MANUSIA

.
49 komentar

ANCAMAN PENYAKIT KELINCI PADA MANUSIA

Saat akan memutuskan atau pertama kali memelihara kelinci selalu terbesit dalam pikiran kita. Amankah kita untuk memeliharanya? Pemikiran ini timbul karena didorong adanya pertanyaan dalam diri kita apakah ada ancaman penyakit kelinci yang dapat menular ke manusia? Jawabannya adalah iya. Sehingga dengan adanya suatu ancaman tersebut dapat membuat rasa ketakutan ataupun kekhawatiran untuk memutuskan dalam memelihara kelinci. Akankah ancaman tersebut membatalkan keputusan kita untuk memelihara kelinci? Nah, dalam ulasan Pradika Rabbit kali ini akan membahas apa saja ancaman penyakit kelinci yang dapat menular ke manusia dan apa yang harus dilakukan jika itu terjadi? Mari kita simak bersama…..^_^


           Keputusan awal untuk memelihara kelinci sebagai hewan peliharaan kita merupakan suatu keputusan yang sangat tepat. Bagaimana tidak, hewan yang satu ini sangat unik dan menarik perhatian, selain itu yang terpenting kelinci merupakan hewan yang aman terhadap penyakit menular ke manusia. Lalu yang menjadi pertanyaan apakah ada ancaman penyakit dari kelinci? Ancaman tersebut tentu ada, namun saat ini masih sedikit penyakit yang dapat menular dari kelinci ke manusia selama tubuh dalam kondisi yang sehat. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat tertular apabila sistem imun tubuh menurun. Segala ancaman tersebut dapat diatasi apabila kita melakukan berbagai pencegahan antara lain dari aspek kelincinya dahulu, yakni dalam memilih kelinci yang akan diadopsi harus dalam kondisi benar-benar sehat dan cukup usia (minimal 2 bulan), selalu menjaga sanitasi kandang, memberikan pakan sesuai kebutuhan nutrisi dan tidak terkontaminasi mikroorganisme, serta menjaga kelinci kesayangan kita agar tidak kontak dengan hewan lain yang sakit. Kemudian dari aspek pemilik hewan setelah melakukan kontak dengan kelinci kesayangan jangan lupa untuk mencuci tangan agar tidak ada penularan penyakit dari kelinci ke pemilik hewan maupun sebaliknya. 
Lingkungan kandang yang bersih menjamin kesehatan Pemilik dan Kelincinya
Kalau tadi kita sudah mengulas mengenai pencegahan ancaman penyakit pada kelinci, sekarang kita akan mengulas penyakit pada kelinci yang dapat menular ke manusia. Kelinci dapat terserang penyakit akibat adanya infeksi dari parasit, bakteri dan agen penyakit lainnya. Misalnya infeksi akibat parasit yaitu scabiosis yang disebabkan ektoparasit Notoedres cati dan Sarcoptes sp. Penyakit ini dapat menular ke manusia dengan kontak langsung dari kelinci yang berpenyakit scabiosis dan efeknya pada manusia akan terasa gatal yang sangat. Oleh sebab itu, seusai kontak dengan kelinci yang menderita scabiosis, maka pemilik wajib mencuci tangan dengan sabun atau dianjurkan memakai hand gloves.
Kemudian ketika kelinci kita menunjukkan gejala yang tidak sehat, maka apa yang harus kita lakukan agar kelinci kita sehat kembali dan penyakit tersebut tidak dapat menular kepada kita?

Cuci tanganlah sebelum dan
sesudah kontak dengan kelinci
Tanamkan pada diri kita untuk tidak mencoba-coba mengobati kelinci dengan sistem asal atau perkiraan karena dapat berakibat buruk saat itu juga maupun beberapa waktu setelah itu. Jangan tunda untuk membawa kelinci kesayangan kita ke dokter hewan terdekat atau dokter hewa kepercayaan agar segera mendapatkan penanganan medis. Selain itu lakukan konsultasi mengenai penyakit tersebut dan perawatan yang perlu dilakukan oleh pemilik.

Nah, itu tadi sedikit tips dalam memelihara kelinci, semoga bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan. Jangan takut untuk memelihara kelinci karena kelinci adalah salah satu hewan yang sangat menarik dan aman bagi kita selama pemeliharaan terjaga dengan baik.  ^_^

readmore »»

Google+

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas