15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

5.31.2012

TOXOPLASMOSIS DAN KELINCI (Part 1)

.
2 komentar

TOXOPLASMOSIS DAN KELINCI (Part 1)

                     Toxoplasmosis dan Kelinci.  Toxoplasmosis saat ini masih menjadi salah satu penyakit zoonosis yang "Wah"  karena memberi dampak buruk bagi manusia. Tetapi apa hubungannya ya toxoplasmosis dan hewan pseudoruminantia ini?? Sering kita temui beberapa calon adopter kelinci cemas memelihara kelinci karena takut dapat tertular toxoplasmosis. Nah, apakah pemikiran yang berkembang di masyarakat tersebut benar?? Mari kita simak bersama ulasan mengenai Toxoplasmosis dan Kelinci (Part 1) berikut ini …




        Sebelum mengulas mengenai hubungan toxoplasmosis dan kelinci, terlebih dahulu mari kita bahas mengenai apa ya sebenarnya toxoplasmosis itu?? Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yakni Toxopasma gondii. Penyakit ini sudah tersebar di seluruh dunia baik pada hewan atau manusia. Toxoplasmosis tergolong sebagai penyakit zoonosis penting karena dapat mengakibatkan kerugian pada hewan dan manusia. Induk semang utamanya adalah kucing dan hewan-hewan sebangsanya (felidae), sedangkan manusia dan hewan lainnya sebagai induk semang antara. Hewan lainnya tersebut ialah semua bangsa mamalia dan semua bangsa burung.  


Toxoplasma gondii

           Penularan dan siklus hidup dari toxoplasmosis tentunya perlu diperhatikan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit ini baik pada manusia maupun bagi hewan kesayangan kita. Siklus hidup parasit dalam induk semang terjadi secara intraintestinal dan ekstraintestinal. Pada perkembangan secara intraintestinal terjadi pada induk semang utama yaitu kucing dan sebangsanya. Di dalam tubuh kucing terjadi suatu siklus perkembangan parasit tersebut. Kucing dapat terinfeksi toxoplasmosis akibat memakan stadium ookista yang infektif dan kista jaringan. Pada proses siklus hidup didalam tubuh kucing akan menghasilkan ookista yang keluar bersama feses kucing. Pada kondisi yang optimal stadium ini dapat bersifat infektif dan dapat bertahan di lingkungan sampai 1 tahun. Sedangkan perkembangan secara ekstraintestinal terjadi pada kucing maupun hewan lain dan juga pada manusia.
         Siklus hidup dari parasit ini dalam tubuh manusia dan hewan lain khususnya kelinci tentu sangat penting sebagai wacana yang bermanfaat bagi kita. Terlebih mengenai gejala apa saja yang ditunjukkan dari kelinci yang menderita toxoplasmosis dan bagaimana dapat menular ke manusia? Serta apa yang harus dilakukan untuk mencegah kelinci kesayangan kita agar tetap sehat dan terbebas dari toxoplasmosis? Simak terus yaaa di ulasan Toxoplasmosis dan Kelinci (Part 2)… ^.^


Reference
            Mufasirin, dkk. 2000. Ilmu Penyakit Protozoa. Laboratorium Entomologi dan Protozoologi. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. 71-79.

readmore »»

Google+

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas