15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

10.08.2012

10 TANDA PEMILIK YANG SAYANG DENGAN KELINCI

.
0 komentar

10 TANDA PEMILIK YANG SAYANG DENGAN KELINCI



Kelinci merupakan salah satu hewan eksotik yang sudah familiar hidup berdampingan dengan manusia. Hewan ini telah menjadi pilihan favorit sebagai hewan peliharaan. Namun pernah kah kita sadari bahwa saat memutuskan memelihara kelinci berarti saat itu pula kehidupan kelinci bergantung pada pemilik.


Berikut adalah 10 tanda pemilik yang sayang dengan kelincinya :
1. Menjadikan kelinci sebagai bagian dari keluarga
2. Memberikan nama pada tiap kelinci
3. Memberikan kasih sayang dan perhatian setiap harinya
4. Mengenal karakteristik dan kebiasaaan kelinci
5. Memberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi kelinci
6. Memberikan air minum setiap hari dengan kualitas yang baik
7. Menjaga sanitasi dengan membersihkan kandang setiap hari
8. Melakukan perawatan bulu kelinci
9. Tidak segan berkonsultasi dan check up kesehatan kelinci kepada dokter hewan
10. Segera membawa ke dokter hewan terdekat / kepercayaan apabila kelinci menunjukkan gejala sakit


  Tanda tersebut merupakan sebuah cerminan apakah kita sudah menjadi pemilik yang benar-benar sayang dan perhatian pada kelinci kita? Tentunya dengan perhatian dan kasih sayang tersebut maka kelinci kita akan terhindar dari berbagai penyakit dan dapat hidup hingga bertahun-tahun.

readmore »»

7.24.2012

TOXOPLASMOSIS DAN KELINCI (Part 2)

.
2 komentar


TOXOPLASMOSIS DAN KELINCI (Part 2)

Rex Castor
       Toxoplasmosis dan Kelinci (Part 2).  Setelah ulasan Toxoplasmosis dan Kelinci pertama yang membahas mengenai penyebab toxoplasmosis dan siklus hidupnya pada inang utama yaitu pada kucing dan sebangsanya, nah.. kali ini kita akan melanjutkan untuk membahas lagi mengenai toxoplasmosis pada kelinci. Seperti yang dijelaskan dalam ulasan sebelumnya bahwa kelinci merupakan salah satu induk semang antara dari penyakit ini. Berikut ulasan bagaimana kelinci dapat tertular infeksi tersebut. :)
         Kelinci dapat tertular toxoplasmosis akibat mengkonsumsi ookista yang infektif dari pakan yang terkontaminasi atau dari kaki kelinci yang menginjak feces kucing infektif dan membersihkan feces tersebut. Ookista merupakan salah satu bentuk stadium dari perkembangan parasit Toxoplasma gondii. Kemudian di dalam tubuh kelinci akan terjadi perkembangan secara extraintestinal yaitu sporozoit yang dilepas dari ookista menembus dinding usus dan membelah secara endodiogeni dalam lamina propia sebagai takizoit. Takizoit tersebut akan membelah kemudian bersama aliran darah dan cairan limfe akan menginfeksi organ. Organ yang pertama kali ialah limfonodus mesenterika diikuti organ lainnya. Bersamaan dengan imunitas induk semang antara (kelinci) maka bentuk takizoit akan menjadi bradizoit yang berkelompok membentuk jaringan dalam tubuh kelinci.
Kandang yang bersih
menjadi salah satu cara ampuh
mengusir penyakit

Pada kelinci yang terinfeksi parasit tersebut biasanya subklinis, sedangkan pada kelinci muda dengan imunitas rendah akan menunjukkan gejala klinis antara lain anorexia, peningkatan suhu tubuh, inkoordinasi, tremor, kelumpuhan pada kedua atau keempat kakinya. Pada kejadian yang parah dapat menyebabkan nekrosis dan kerusakan jaringan di usus halus, limfonodus mesenterika dan hati. Diagnosa melalui titer antibody dapat diketahui pada hari ke 7-8 post infeksi. Apabila gejala tersebut terjadi pada kelinci Anda, maka segera periksakan ke dokter hewan terdekat atau kepercayaan Anda. Walaupun kejadiannya masih jarang tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada kelinci jika kita sebagai pemilik kurang memperhatikan kebersihan pakan dan sanitasi kandang. Bagaimana ya supaya kelinci kesayangan kita aman dari penyakit ini? Ada beberapa tips untuk mencegah kelinci dari infeksi ini, antara lain :
  • Sanitasi merupakan kunci utama dalam pencegahan infeksi parasit tersebut. Pembersihan kandang dengan menggunakan desinfektan adaah pilihan tepat untuk membunuh berbagai mikoorganisme yang merugikan.
  • Simpan pakan kelinci baik hay dan pelet dalam tempat yang aman dan tertutup rapat. Penggunaan hay dan pelet sangat direkomendasikan daripadi sayuran segar atau layu.
  • Apabila ingin mengajak kelinci bermain di luar kandang, sebaiknya gunakan kandang outdoor yang portable sehingga mudah mengontrol kelinci dan mencegah adanya kontak dengan feces kucing yang mungkin mengandung ookista dari T. gondii.
Tingkah laku kelinci dalam
menjaga kebersihan dirinya
            Meskipun toxoplasmosis bersifat zoonosis pada manusia, tetapi hanya ditularkan apabila manusia memakan daging kelinci yang kurang masak (undercooked). Hal ini disebabkan karena kelinci tidak dapat menularkan melalui feces. Jadi untuk adopter kelinci tidak perlu risau dengan adanya penyakit ini asalkan kita sudah menerapkan sistem pemeliharaan yang tepat untuk kelinci kesayangan kita. Semoga informasi mengenai Toxoplasmosis dan Kelinci bermanfaat  untuk kita semua ^_^




Reference
OIE Institute for International Cooperation in Animal Biologics. 2005. Toxoplasmosis. An OIE Collaborating Center Iowa State University College of Veterinary Medicine. 1-6.

Moore, C. L. and K. Smith. 2008. When Your Rabbit Needs Special Care. Santa Monica Press LLC. United States.

Mufasirin, dkk. 2000. Ilmu Penyakit Protozoa. Laboratorium Entomoogi dan Protozoologi. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. 71-79.

readmore »»

7.01.2012

KELINCI REX AMAN UNTUK ANAK-ANAK

.
0 komentar



KELINCI REX AMAN UNTUK ANAK-ANAK

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Memelihara kelinci mungkin belum populer, tetapi hewan yang satu ini dapat menjadi pilihan ketika anak ingin memelihara binatang di rumah. Meski banyak yang menjadikan kelinci sebagai hewan kesayangan, belum banyak yang menyediakan informasi dan tempat pengembangbiakan kelinci jenis itu. Kelinci jenis Rex menjadi salah satu yang dianjurkan Nimas Ayu Pertiwi (22).
Bersama rekannya, Dwistha Satya Pradika, ia membuat peternakan kelinci di Jalan Karah Agung III nomor 14—16 Surabaya. Kelinci yang siap diadopsi –begitu istilah Nimas dan Pradika—adalah kelinci yang sudah berumur di atas dua bulan.
“Sebelum usia itu sebaiknya jangan diadopsi karena masih menyusu. Jika dipisahkan dari induknya, kelinci kecil itu akan mudah sakit,” kata Pradika.
Semua kelinci yang diadopsi harus memiliki sertifikat.
Seekor anak kelinci sekitar Rp 300.000. Setiap bulan Nimas mengirim kelinci pesanan ke luar pulau atau luar negeri. Promosi hanya dilakukan lewat blog www.pradikarabbit.blogspot.com.
“Bahkan sebelum kelinci lahir sudah dipesan,” kata Nimas. Calon pembeli juga dapat memesan warna bulu yang dikehendaki.
Kandang kelinci harus cukup untuk bergerak. Sesekali kelinci dilepas di lantai. Bulunya yang tebal dan lembut membuat kelinci nyaman dipeluk. Makanan yang diberikan sebaiknya berupa makanan olahan seperti jerami alfalfa yang mengandung protein tinggi dan pellet sesuai kebutuhan kelinci. Wortel atau sayur bisa diberikan sebagai selingan.
Cara menggendong kelinci juga tidak boleh salah. Jangan sekali-sekali mengangkat kelinci dengan menarik telinga. Menurut Nimas, itu dapat merusak syaraf yang ada di telinga.
"Pegang kepalanya dan angkat pantat kelinci kemudian digendong," kata Nimas yang dokter hewan ini.
Kelinci dengan bulu lembut seperti karpet yang menjadi ciri khas ras Rex, perlu perawatan. Di peternakan itu, mereka membuka pet shop khusus kelinci. Kelinci dimandikan, dipijat, dicukur, jambul dipita, pedicure, serta mendapat vitamin. Perawatan lengkap untuk seekor kelinci sekitar Rp 35.000.
“Biasanya pemilik kelinci harus menelepon dulu karena kami hanya sanggup menangani lima kelinci per hari,” tutur Nimas.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2012/06/15/kelinci-rex-aman-untuk-anak-anak

readmore »»

5.31.2012

TOXOPLASMOSIS DAN KELINCI (Part 1)

.
2 komentar

TOXOPLASMOSIS DAN KELINCI (Part 1)

                     Toxoplasmosis dan Kelinci.  Toxoplasmosis saat ini masih menjadi salah satu penyakit zoonosis yang "Wah"  karena memberi dampak buruk bagi manusia. Tetapi apa hubungannya ya toxoplasmosis dan hewan pseudoruminantia ini?? Sering kita temui beberapa calon adopter kelinci cemas memelihara kelinci karena takut dapat tertular toxoplasmosis. Nah, apakah pemikiran yang berkembang di masyarakat tersebut benar?? Mari kita simak bersama ulasan mengenai Toxoplasmosis dan Kelinci (Part 1) berikut ini …




        Sebelum mengulas mengenai hubungan toxoplasmosis dan kelinci, terlebih dahulu mari kita bahas mengenai apa ya sebenarnya toxoplasmosis itu?? Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit yakni Toxopasma gondii. Penyakit ini sudah tersebar di seluruh dunia baik pada hewan atau manusia. Toxoplasmosis tergolong sebagai penyakit zoonosis penting karena dapat mengakibatkan kerugian pada hewan dan manusia. Induk semang utamanya adalah kucing dan hewan-hewan sebangsanya (felidae), sedangkan manusia dan hewan lainnya sebagai induk semang antara. Hewan lainnya tersebut ialah semua bangsa mamalia dan semua bangsa burung.  


Toxoplasma gondii

           Penularan dan siklus hidup dari toxoplasmosis tentunya perlu diperhatikan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit ini baik pada manusia maupun bagi hewan kesayangan kita. Siklus hidup parasit dalam induk semang terjadi secara intraintestinal dan ekstraintestinal. Pada perkembangan secara intraintestinal terjadi pada induk semang utama yaitu kucing dan sebangsanya. Di dalam tubuh kucing terjadi suatu siklus perkembangan parasit tersebut. Kucing dapat terinfeksi toxoplasmosis akibat memakan stadium ookista yang infektif dan kista jaringan. Pada proses siklus hidup didalam tubuh kucing akan menghasilkan ookista yang keluar bersama feses kucing. Pada kondisi yang optimal stadium ini dapat bersifat infektif dan dapat bertahan di lingkungan sampai 1 tahun. Sedangkan perkembangan secara ekstraintestinal terjadi pada kucing maupun hewan lain dan juga pada manusia.
         Siklus hidup dari parasit ini dalam tubuh manusia dan hewan lain khususnya kelinci tentu sangat penting sebagai wacana yang bermanfaat bagi kita. Terlebih mengenai gejala apa saja yang ditunjukkan dari kelinci yang menderita toxoplasmosis dan bagaimana dapat menular ke manusia? Serta apa yang harus dilakukan untuk mencegah kelinci kesayangan kita agar tetap sehat dan terbebas dari toxoplasmosis? Simak terus yaaa di ulasan Toxoplasmosis dan Kelinci (Part 2)… ^.^


Reference
            Mufasirin, dkk. 2000. Ilmu Penyakit Protozoa. Laboratorium Entomologi dan Protozoologi. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya. 71-79.

readmore »»

4.30.2012

MASTITIS PADA KELINCI KESAYANGAN KITA

.
0 komentar

MASTITIS PADA KELINCI KESAYANGAN KITA
Mastitis pada Kelinci
          Bagi pemilik kelinci tentu harapan terbesar ialah kelinci kita tetap sehat dan aktif terlebih apabila kelinci kita dapat berkembang biak dan menghasilkan anakan yang menggemaskan. Tetapi tak jarang terjadi beberapa hal yang menyebabkan kelinci kita tidak sehat dan seaktif biasanya. Nah, saat ini akan kami bahas mengenai salah satu kejadian yang sering terjadi pada induk kelinci yakni kejadian mastitis pada kelinci kesayangan kita. Apa ya yang dimaksud dengan Mastitis itu? Ada hubungan apakah dengan kelinci kesayangan kita? Dan apa yang seharusnya kita lakukan jika kelinci kita mengalami mastitis? Mari kita bahas bersama mengenai Mastitis pada kelinci kesayangan…

             Mastitis merupakan suatu peradangan pada kelenjar susu atau ambing dapat terjadi secara perakut, akut, subakut atau kronis yang ditandai dengan peningkatan jumlah sel leukosit pada susu, perubahan secara fisik dan komposisi susu yang disertai atau tidak disertai perubahan patologi dari ambing. Mastitis dapat menyerang mamalia betina dan yang paling sering yakni pada sapi perah (Iman, 2009). Oleh karena mastitis dapat menyerang mamalia, tentu tidak menutup kemungkinan kelinci pun juga dapat terjangkit penyakit ini.

           Kelinci dapat mengalami mastitis akibat kejadian traumatik atau infeksi mikroba khususnya akibat infeksi bakteri, diantaranya yang paling sering staphylococcus aureus, streptococcus sp., coliform, dan lainnya. Hal ini, dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari kelinci tersebut maupun manajemen pemeliharaan. Faktor dari kelinci misalnya lubang puting susu kelinci yang terlalu besar atau adanya luka-luka pada puting susu. Sedangkan faktor dari manajemen pemeliharaan seperti sanitasi perkandangan maupun kebersihan tangan saat pemilik saat memegang putting induk atau membantu bayi kelinci menyusu ke induk kelinci.

          Transmisi dari mastitis dapat terjadi melalui contagious mastitis yakni dari kelinci satu ke kelinci lainnya misalnya dari tangan pemilik yang memegang putting kelinci satu ke kelinci lainnya, lap pembersih yang digunakan sama atau dari manifestasi lalat. Selain itu, transmisi juga terjadi melalui environmental mastitis yakni berasal dari lingkungan misalnya feces, tanah, alas kandang atau air yang mengandung bakteri-bakteri penyebab mastitis kemudian terjadi kontak dengan lubang putting pada saat induk menyusui anaknya.

Salah satu terapi mastitis dengan akupuntur
            Lalu, apakah semua kelinci yang mengalami mastitis pasti menunjukkan gejala seperti pembengkakan pada kelenjar susunya? Ternyata tidak semua kelinci yang menderita mastitis menunjukkan gejala klinis karena mastitis pun terbagi menjadi 2 klasifikasi yakni clinical dan subclinical. Pada mastitis clinical akan menunjukkan gejala abnormalitas, yakni pembengkakan puting dan penggumpalan susu yang dihasilkan. Sedangkan mastitis subclinical tidak menunjukkan gejala seperti pembengkakan putting dan tidak ada perubahan pada susu yang dihasilkan.

            Apabila salah satu induk kelinci kita ada yang menderita mastitis yang menunjukkan gejala klinis tersebut apa saja ya yang harus dilakukan? Beberapa tindakan yang perlu dilakukan antara lain :
  • Jika induk kelinci tersebut masih menyusui anaknya, maka pisahkan anaknya dan berikan susu pengganti untuk anaknya. 
  • Segera periksakan kelinci kesayangan kita kepada dokter hewan atau klinik hewan terdekat supaya segera dilakukan penanganan medis.
  • Seusai membawa kelinci kepada dokter hewan, jika kelinci tersebut diterapi secara rawat jalan maka ikuti prosedur yang telah ditentukan karena sangat mempengaruhi keberhasilan yang ditentukan. 
  • Lakukan pembersihan kandang rutin dan lebih disarankan dengan menggunakan desinfektan yang aman untuk kelinci.
  • Ketekunan dan kesabaran dalam merawat kelinci yang mastitis merupakan salah satu faktor keberhasilan proses penyembuhan. 
          Bagi pemilik yang ingin melakukan pencegahan agar kelinci di rumah tetap sehat dan terhindar dari penyakit ini sebenarnya sangat mudah lho. Cukup dengan menjaga kebersihan kandang dan peralatannya rutin setiap hari didukung juga dengan menjaga kontak dengan kelinci agar tidak terjadi penularan agen penyakit dari manusia ke kelinci maupun dari kelinci ke manusia. Setelah kita aplikasikan tips pencegahan ini dijamin deh mastitis akan jauh-jauh :)

Reference 
Iman, E.R.S. 2009. Infectious Disease I Mastitis. Department of Microbiology Faculty of Veterinary        Medicine. Surabaya.

readmore »»
 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas