15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

1.29.2010

PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (3)

.

PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (3)
Metode basah ( SILASE )



Pengawetan hijauan pakan ternak sebelumnya sudah dibahas tentang maksud dilakuakn pengawetan serta bentuk pengawetan secara kering (Hay). Kali ini kami akan berbagi pengetahuan lagi tentang pengawetan secara basah. Tak heran muncul satu pertanyaan, “Seperti apa ya pengawetan secara basah itu?” pengawetan hijauan secara basah dalam bentuk segar disebut Silase.

Silase adalah hijauan yang sengaja disimpan dalam bentuk segar dengan kandungan air 60-70% dan disimpan pada suatu tempat yang dikenal dengan silo. Kriteria silo sebaiknya terlindung dari hujan, terlindung dari resapan air dari luar dan tidak mudah tergenang air.



Pada prinsipnya, pembuatan Silase yaitu pengawetan hijauan pakan ternak dalam keadaan anaerob dan suasana asam. Cara pembuatan silase pun tak sesulit yang kita bayangkan lho. Berikut Pradika rabbit berbagai langkah – langkah praktis pembuatan silase :

1. Layukan hijauan selama 4-5 jam, hindari kontak sinar matahari secara langsung (kadar air hijauan hingga 70%)
2. Potong hijauan ±8 cm agar mudah dipadatkan dalam silo.
3. Berikan bahan pengawet agar pH dapat turun sehingga proses pengawetan segera terjadi. Misalnya bisa diberikan mollase,menir atau tepung jagung,dll.
4. Lalu sususn hijauan tersebut dan bahan pengawet dalam silo.
5. Agar kondisi benar-benar anaerob, maka lakukan pemadatan.
6. Tutup silo rapat – rapat, setelah 3-4 bulan maka Silase telah matang dan dapat diberikan untuk pakan.


Kualitas Silase yang dihasilkan tergantung dari hijauan yang digunakan yakni jenis hijauan,umur dan perlakuan. Juga berdasarkan dari teknik pembuatan dan aktivitas mikroorganisme.

9 comments

Pray mengatakan...

saya pernah buat, tapi gak pake bahan pengawet, akibatnya berjamur. mollase itu apa ya? dan bisa didapatkan dimana?
Trus, silo itu apa sih mas/mbak?

Pradika Clan mengatakan...

Untuk bahan pengawet dalam silase bisa mnggunakan dedak,bekatul,ataupun mollase. Tujuannya adalah agar pakan yang kita olah dapat bertahan lama sehinga pada musim2 peceklik dapat digunakan sebagai cadangan pangan. Mollase sendiri sama dg tetes, biasa sbg produk samping dari pabrik gula. Silo merupakan tempat penyimpanan silase.Kalau untuk macam2 bentuk silo coba search d google,klo blm jlas mari kita diskusi lg.

LELASURAMADU LOVES CATFISH mengatakan...

Penyimpanan hijauan dalam kondisi basah mungkin akan memakan tempat yang lumayan banyak ya.

Pradika Clan mengatakan...

Lela, Bukan. Jika dalam kondisi basah disimpan jusru akan tidak awet dan mudah berjamur

Anonim mengatakan...

mau tanya..kalo buat kelinci pemberian silase berapa % dari bobot badannya, apa pemberian secara kontinyu g bkal memberikan efek apa2 sebagai pengganti hijauan..

Pradika Clan mengatakan...

anonim tidak akan dibalas :)

setyo mengatakan...

selain bahan pengawet di atas apakah bisa di campur lagi dengan em4..yang saya tau silase memiliki keasaman yg tinggi,apakah tidak berbahaya klo diberikan kepada kelinci?pengaruhnya pada kesuburan kelinci itu sendiri??

Pradika Clan mengatakan...

Pada artikel ini kami tidak menyebutkan pemberian silase pada kelinci, hanya menerangkan macam dan cara mengawetkan hijauan.

Rizzy Stradlin mengatakan...

Gan, kalo pengawetnya pake dedak, berapa perbandingan komposisi antara Dedak dan Hijauannya ??
dan apakah pengawetnya cukup dengan dedak?? kalo bisa jelaskan mekanismenya, sehingga dedak bisa menjadi pengawet. hehee, Makasih sebelumnya.

Google+

 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas