15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

Tampilkan postingan dengan label kelinci sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelinci sakit. Tampilkan semua postingan

4.22.2015

TANDA-TANDA KELINCI SAKIT

.
0 komentar

TANDA-TANDA KELINCI SAKIT

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa dia sedang kesakitan. Namun, perlu diketahui bahwasanya kelinci di alam liar adalah hewan yang diburu maka sebagai hewan buruan tentunya dia tidak akan menunjukkan dengan jelas jika dalam kondisi sakit. Hal ini juga berlaku pada kelinci kesayangan kita di rumah. Kabar gembiranya, kami akan memberitahukan beberapa tanda yang kemudian dapat Anda gunakan sebagai patokan, "Apakah kelinci saya sedang sakit?".

Luka di kulit akan sangat mudah untuk kita deteksi,
bagaimana jika luka di dalam tubuh?

Tanda-tanda umum kelinci dalam kondisi yang tidak baik:

  • Perubahan tingkah laku
  • Cenderung diam dan tidak merespon kehadiran kita
  • Hilang nafsu makan
  • Tidak minum
  • Minum secara berlebihan dari biasanya
  • Membungkuk
  • Bersembunyi atau cenderung untuk berdiam di sudut kandang
  • Berbaring di dalam kotak toilet
  • Berdiam disatu tempat seharian
  • Mendadak mudah untuk digendong dimana sebelumnya tidak
  • Kesulitan untuk bangun
  • Diare
  • Ada perubahan bentuk feses
  • Tidak ada feses
  • Mata berair/belekan
  • Hidung basah, berair, bersin-bersin
  • Telinga cenderung dilipat ke belakang dan tampak seperti biasanya
  • Tidak tertarik pada hal yang sebelumnya dia sukai
  • Berbaring di tempat yang tidak biasanya




Tanda-tanda kelinci dalam kondisi yang gawat:
  • Kelinci terkulai dan lemas
  • Perubahan suhu tubuh
  • Kesulitan bernafas
  • Tidak ada respon saat lalat hinggap, beberapa juga nampak muncul belatung di tubuh kelinci
  • Gemeletuk gigi yang terdengar jelas
  • Penurunan bobot yang drastis
  • Diare terus menerus 

Jika tanda-tanda diatas terjadi pada kelinci Anda, segeralah menghubungi dokter hewan kepercayaannya! Sebaiknya, Anda tidak melakukan tindakan pengobatan sendiri dengan coba-coba yang berakibat akan memperparah kondisi kelinci Anda. Penanganan segera disini sangat PENTING!!


readmore »»

2.12.2014

PET VET - KONSULTASI DAN JASA LAYANAN KESEHATAN HEWAN

.
0 komentar

PET VET - KONSULTASI DAN JASA LAYANAN KESEHATAN HEWAN

Kami bukan paranormal, jika hewan kesayanganmu sakit segeralah menghubungi dan datang ke Pradika Rabbit

Kami melayani jasa pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter hewan, meliputi pengecekan rutin bulanan, pemberian obat cacing, vaksinasi, rontgen, operasi dan pembedahan, juga lainnya. So, jangan ragu jika Hewan kesayanganmu sakit? Atau ingin sekedar mengetahui kondisi kesehatan hewan kesayanganmu? Atau mungkin perlu penanganan khusus lainnya? Segera hubungi dokter hewan kami segera!!

*Untuk layanan reservasi PET VET, silakan untuk membuat janji dengan Dokter Hewan kami terlebih dahulu sesuai dengan nomor kontak yang sudah tertera.

readmore »»

1.30.2013

5 PENYAKIT YANG PERLU DIWASPADAI PADA KELINCI

.
16 komentar

5 PENYAKIT YANG PERLU DIWASPADAI PADA KELINCI


Ada banyak penyakit yang menyerang kelinci, namun dari sekian banyak penyakit ada 5 kasus yang paling sering kami temui dan tangani. Apa sajakah?

1. SCABIOSIS
Penyakit kulit yang disebabkan oleh ektoparasit Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati
• Penularan :
Kontak langsung dengan penderita / benda tercemar

• Gejala Klinis :
- Kerusakan kulit pada kepala, telinga, kaki, pangkal ekor dan beberapa bagian lainnya
- Kelinci akan sering menggaruk dan menggosokkan badan pada benda keras
- Gangguan pertumbuhan pada hewan muda
• Pengendalian :
- Berikan pakan dry food, hindari penggunaan sayur dan buah yang tidak dicuci bersih
- Rutin menjaga sanitasi kandang, peralatan kelinci maupun lingkungan sekitar. Penggunaan desinfektan secara berkala sangat disarankan
- Memisahkan kelinci yang tertular dan yang sehat
- Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun atau antiseptic setelah memegang kelinci yang positif scabiosis

2. PASTEURELLOSIS
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida
• Penularan :
Aerosol (melalui udara yang terkontaminasi)
• Gejala Klinis :
- Muncul gejala bersin, batuk dan bisa diakhiri dengan kematian
- Bentuk akut pada kelinci yang sakit dapat menyebabkan kematian mendadak
- Bentuk kronik dengan gejala keluarnya eksudat dari hidung dan mata serta diikuti keradangan
- Jika kelinci sembuh bisa menjadi karier
• Pengendalian :
- Memberikan ruang yang cukup dalam kandang untuk mengontrol sirkulasi udara
- Sanitasi dan manajemen kandang yang baik akan meminimalisir terjadinya pasteurellosis pada kelinci
- Kelinci yang positif terinfeksi penyakit ini akan menjadi sumber penularan, oleh sebab itu pisahkan kelinci yang sakit dan yang sehat


3. ENTERITIS
Penyakit pencernaan akibat infeksi bakteri pathogen seperti E. coli, Clostridium sp, dan lainnya
•Penyebab :
- Makanan yang terkontaminasi atau konsumsi sayuran yang beracun bagi kelinci
- Penggunaan obat-obatan yang berbahaya atau tidak tepat dosis untuk kelinci
• Gejala klinis :
- Feces keras dan lunak (caecotroph) yang normal tidak keluar tetapi digantikan dengan feces yang cair
- Kondisi kelinci tampak lesu, kurus dan membutuhkan asupan serat
- Kejadian pada kelinci terutama anakan yang tidak segera ditangani akan menimbulkan kematian
• Pengendalian :
- Berikan pakan yang sesuai nutrisi kelinci dan lakukan penyimpanan dengan baik agar pakan tersebut tidak terkontaminasi
- Jangan memberikan sayuran yang berbahaya untuk kelinci, seperti tomat, kentang, kubis, kangkung, selada, bayam dan lainnya
- Sangat dianjurkan menggunakan pakan Pellet dan Hay serta memberikan air minum yang layak dikonsumsi


4. IMPACTION
Penyakit digesti akibat adanya sumbatan pada lambung maupun caecum
• Penyebab :
- Dapat muncul akibat rasa sakit dan stress
- Konsumsi serat berlebihan dengan asupan air minum yang minim
- Konsumsi bahan pakan yang mengandung lignin tidak dapat dicerna oleh microflora di caecum
• Gejala klinis :
- Adanya massa abdominal sehingga bagian perut tampak membesar
- Tidak mengeluarkan feces keras dan lunak (caecotroph) tetapi yang keluar adalah mucus (seperti gel, berbeda dengan diare)
- Nafsu makan masih ada pada stadium awal
- Penurunan berat badan hingga anorexia o Impaction berkelanjutan dapat menyebabkan kematian
• Pengendalian :
- Pemberian air minum pada kelinci hendaknya selalu tersedia (ad libitum)
- Bahan pakan yang diberikan tidak mengandung lignin o Berikan pakan dengan kandungan serat 13-20%

5. SORE HOCKS
Penyakit yang muncul akibat adanya gesekan berlebih pada bagian telapak kaki kelinci
• Penyebab :
- Permukaan alas kandang yang terlalu keras, kasar, dan tidak nyaman serta kelebihan berat badan (overweigth), akibat kelainan genetik dan lainnya.
• Gejala klinis :
- Pada awal penampakannya, ada bagian bulu di alas kaki yang menipis (biasanya berbentuk lingkaran)
- Lambat laun bulu akan habis dan kemudian terjadi keradangan disertai perlukaan.
• Pengendalian :
- Kontrol berat badan kelinci agar tidak kegemukan
- Perhatikan permukaan alas kandang, pastikan nyaman untuk kelinci
- Sangat dianjurkan menggunakan Footrest (alas tambahan) di dalam kandang


JIKA SALAH SATU PENYAKIT TERSEBUT TERJADI PADA KELINCI ANDA, SEGERA HUBUNGI DOKTER HEWAN KEPERCAYAAN ANDA!!

PENANGANAN YANG SEGERA DAPAT MENYELAMATKAN NYAWA KELINCI  KESAYANGAN ANDA ^_^

readmore »»

9.28.2011

SCABIOSIS PADA KELINCI

.
6 komentar

SCABIOSIS PADA KELINCI

Scabiosis pada daerah wajah dan hidung

Ketika kita memelihara kelinci tentu saja yang diinginkan adalah kelinci dalam keadaan sehat. Kelinci merupakan hewan kesayangan yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Bagi para pecinta kelinci tentu saja masalah perawatan dan pola hidup sangat penting untuk diperhatikan. Jika hal tersebut diabaikan maka kelinci kesayangan kita akan mudah terserang penyakit. Salah satu penyakit yang masih sering terjadi adalah scabiosis. Scabisosis merupakan salah satu penyakit kulit disebabkan oleh ektoparasit Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati. Nah, mengapa kelinci kesayangan kita dapat terserang penyakit ini dan bagaimana pengaruhnya pada kelinci kita? Mari kita simak bersama...

Scabiosis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh ektoparasit Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati. Penyakit ini dapat menular bukan hanya pada kelinci lainnya tetapi juga pada manusia. Infeksi penyakit kulit ini dapat menyebabkan menyebabkan gatal-gatal yang luar biasa, kerontokan rambut dan kerusakan kulit akibat tungau tersebut membuat terowongan di bawah lapisan kulit. Tentunya kejadian seperti ini akan menggangu keseharian kelinci kita. Pada mulanya tungau tersebut akan menyerang bagian kepala kelinci dan kemudian akan menyebar ke daerah lain misalnya sekitar mata, hidung, kaki hingga ke seluruh tubuh. Gejala dari infeksi ini akan menunjukkan adanya keropeng (crusta) berwarna keputihan yang nantinya akan menebal. Meluasnya infeksi ini didukung oleh kebiasaan kelinci membersihkan daerah kepala.

Kelinci yang terkena penyakit ini disebabkan oleh karena, pertama iklim tropis Indonesia sangat mendukung agen infeksi scabiosis, kedua yakni sanitasi yang lembab di dalam kandang sehinga memudahkan parasit menyerang hewan tersebut, ketiga kelinci termasuk peka terhadap infeksi tersebut, keempat yaitu kelinci dapat terserang penyakit ini akibat minimnya perhatian dari pemilik misalnya kurang menjaga kebersihan kelinci. Selain itu faktor lainnya yang tidak kalah penting yaitu penularan penyakit kulit ini akibat adanya kontak fisik dengan penderita scabiosis atau dengan alat-alat yang tercemar tungai seperti kandang, sisir, botol nipple, tempat makan dan lain – lain.

Scabiosis pada telinga

Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana apabila kelinci kita terserang penyakit itersebut? Tentu saja tindakan awal yang harus kita lakukan sebagai pemilik kelinci adalah memisahkan kelinci yang sakit scabies dan yang sehat. Dan karena penularan scabiosis secara kontak langsung maka kelinci lainnya juga turut serta diperiksakan ke dokter hewan terdekat untuk di berikan terapi. Akan tetapi sangat disayangkan kini beberapa pemilik kelinci justru berusaha mengobati sendiri tanpa mengetahui pengaruh yang akan ditimbulkan apabila memberikan terapi yang justru akan membahayakan kelinci itu sendiri. Misalnya saja dengan pemberian obat yang TIDAK TEPAT dosis dan salah LOKASI pengobatannya, padahal umumnya obat yang digunakan bersifat toksik sehingga apabila tidak sesuai akan berbahaya bagi kelinci dan memberikan pengaruh yang buruk bagi tubuh kelinci. Oleh sebab itu saran yang dapat Kami berikan apabila kelinci Anda terserang penyakit ini maka segeralah periksakan kelinci Anda pada dokter hewan kepercayaan Anda atau dokter hewan terdekat.

Scabiosis dilihat secara Mikroskopis

Nah, bagaimana dengan pencegahannya? Sebenarnya sangat mudah mencengah infeksi scabiosis ini, yaitu selalu memberikan perhatian kepada kelinci dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kelinci untuk mencegah infeksi penyakit kulit terutama scabiosis. Dengan selalu memberikan perhatian kepada kelinci kita maka tentu saja kelinci kita akan semakin bahagia dan sehat. ^_^


readmore »»

11.12.2009

CIRI - CIRI KELINCI YANG SAKIT

.
39 komentar

CIRI - CIRI KELINCI YANG SAKIT

Kelinci yang sakit dapat diakibatkan oleh bermacam - macam hal, bisa melalui kuman, parasit dan virus. Pradika Rabbit akan berbagi tips untuk mendiagnosa awal kelinci sakit, apa saja ciri - ciri kelinci yang sakit itu?




1. Nafsu makan kelinci berkurang, sehingga hanya makan sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali.
2. Perhatikan kotoran kelinci! Normal, encer atau tidak mengeluarkan kotoran sama sekali.
2. Kelinci yang sehat ialah kelinci yang aktif (suka bergerak dan berlari), jika kelinci hanya diam saja kemungkinan sakit.
3. Pandangan mata sayu/kosong (seperti ngelamun).
4. PENTING !! Kelinci yang sakit harus dipisahkan dari kelinci yang sehat, agar tidak menular ke yang lain dan lebih mudah untuk memantaunya.
5. Segera menghubungi Dokter Hewan terdekat atau kepercayaan Anda, jangan menunda atau akan semakin membuat parah keadaan kelinci.

readmore »»
 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas