15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

7.23.2013

MUNCUL DI KORAN BHIRAWA, HARI RABU 17 JULI 2013

.
0 komentar

MUNCUL DI KORAN BHIRAWA, HARI RABU 17 JULI 2013

Kawan kelinci yang mau bertemu dengan drh. Nimas silakan langsung datang ke RSH Dinas Peternakan pada Senin-Jumat dan Sabtu-Minggu di Peternakan Kelinci Surabaya Pradika Rabbit. Boleh juga dengan sms atau call terlebih dahulu (lebih baik) :)

Oh, ya untuk titip hewan kucing atau anjing silakan ke RSH Dinas Peternakan sedang untuk pentipan kelinci silakan datang ke tempat kami :)

klik untuk memperbesar



readmore »»

6.22.2013

7 POIN PENTING SEBELUM MEMELIHARA KELINCI

.
2 komentar

7 POIN PENTING SEBELUM MEMELIHARA KELINCI

klik untuk memperbesar
Kelinci hias menjadi primadona karena bentuknya yang menggemaskan. Tahukan dalam memelihara hewan imut satu ini unik, kita tidak boleh menyama ratakan dengan hewan lain. Kelinci memerlukan perlakuan khusus. Nah, sebelum memelihara kelinci ada baiknya 7 poin berikut Anda baca dan jawab. Nilai 100 jika menjawab "Ya" dan Nilai 0 untuk jawaban "Tidak". Poin 100 berarti Anda sudah siap memelihara kelinci dan Jika ada jawaban "Tidak" maka urungkan memelihara kelinci. 7 poin ini penting tidak hanya untuk Anda tapi kelak untuk kelinci yang Anda pelihara di rumah. Apa saja kah? Mari kita simak... 

7 poin penting Sebelum Mengadopsi Kelinci, SUDAHKAH ... ?

1. Sudahkah berkomitmen untuk siap memeliharanya selama 10 tahun?
- Kelinci mampu hidup hingga berusa 10 tahun, jika hanya berdasar suka karena lucu saja sebaiknya pertimbangkan lagi

2. Sudahkah orang rumah/keluarga setuju dengan hadirnya kelinci sebagai hewan peliharaanmu?
- Dengan penerimaan hadirnya kelinci dari pihak terdekat akan membuat kelinci dan kamu nyaman dalam pemeliharannya

3. Sudahkah mempersiapkan kandang atau rumah untuk kelincimu?
- Ini penting, jangan sekali-sekali menelantarkan kelincimu di luar tanpa pengawasan

4. Sudahkah siap untuk menyisihkan sebagian uangmu untuk menghidupi dan mensejahterakan kelincimu?
- Jelas, kelinci yang kamu pelihara adalah 100% tanggung jawabmu. Tanpamu mereka akan menderita.

5. Sudahkah mempelajari dan mengenali kebiasaan kelinci dan perawatan hariannya?
- Mempelajari dan mengenali kebiasaan kelinci membantumu untuk membuat mereka lebih bahagia dan berumur panjang

6. Sudahkah siap untuk mempersiapkan tenaga dan biaya untuk merawat kelincimu disaat sakit?
- Rasa sayangmu diuji ketika kelinci peliharaan kamu sakit dan butuh perawatan

7. Sudahkah menemukan dokter hewan yang mampu menangani kelincimu jikalau dia sakit?
- Dokter hewan yang baik akan selalu mengatakan dengan jujur jika dia tidak mampu menangani kasus hewan tertentu

Jadilah orang yang tidak hanya mampu merawat hewan, namun juga mampu untuk mensejahterakannya :)

readmore »»

5.29.2013

NONGOL DI MAJALAH KIRANA EDISI 80, MEI 2013

.
0 komentar

NONGOL DI MAJALAH KIRANA EDISI 80, Mei 2013

Silakan Klik untuk memperbesar

readmore »»

4.08.2013

RABBIT'S BEHAVIOUR (Part 2)

.
0 komentar

TINGKAH LAKU KELINCI SAAT MINUM
TINGKAH LAKU PADA KELINCI – RABBIT’S BEHAVIOUR (Part 2)
 

Air sangat dibutuhkan oleh kelinci
Tingkah laku pada kelinci yang kedua kali ini kita akan membahas mengenai kebiasaan minum pada kelinci. Air merupakan senyawa penting untuk kelangsungan kehidupan setiap makhluk hidup. Sayangnya, walaupun pemberian air adalah wujud pemeliharaan yang sangat sederhana ternyata belum semua pemilik kelinci memberikan kelincinya minum. Bahkan ada yang tetap teguh tidak mau memberi kelincinya minum. Jadi seberapa pentingkah air untuk kelinci? Apakah kelinci membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya?

Jelas IYA. Air merupakan senyawa yang mendukung proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup tidak terkecuali kelinci. Namun, belum semua pemilik memberikan air minum dan lebih menyukai hanya memberikan sayuran segar. Padahal kelinci membutuhkan akses air minum setiap waktu.
Pasokan air yang dibutuhkan yakni sekitar 10-12% dari bobot tubuhnya.
 Berbeda dengan sayuran segar, air yang terkandung di dalamnya tetap
tidak dapat mencukupi kebutuhan air minum setiap harinya.

Apakah ada pengaruhnya jika mengandalkan air hanya dari sayuran segar? Tentu ada, karena proses metabolisme di dalam tubuh akan terganggu. Ada pula pernyataan salah kaprah lainnya seperti kepercayaan bahwa kelinci tetap hidup meski tidak diberikan air dan hanya bergantung sayuran segar. Padahal jika pemilik lebih perhatian dengan perilaku kelincinya, ada beberapa perilaku yang nampak bahwa kelinci sangat menginginkan air namun tidak diberi. Hasilnya, kelinci akan semakin banyak memakan sayuran segar demi mendapatkan air. Sangat miris, padahal sayuran hanya sebagai selingan bukan utama.

Kelinci tidak mengeluarkan suara kecuali saat sangat kesakitan atau ketakutan, berbeda dengan anjing maupun kucing yang dapat mengeluarkan suara kapan pun dengan kondisi senang maupun sakit.

Seekor kelinci dapat berpergian beberapa hari tanpa makan hanya dengan mengandalkan memakan caeocotroph. Berbeda dengan asupan air minum, karena kelinci tidak dapat bertahan jika tidak mendapatkan asupan air minum sama sekali selama 24 jam baik dari air minum atau air dalam pakan, terlebih pada cuaca yang panas. Hal ini membuat kelinci menderita dan sangat tidak Rabbit’s welfare.

Botol minum khusus dan Nipple
dengan sistem saluran air terhubung
Pasokan air sebaiknya bebas dari kontaminasi dan disediakan dengan cara tertentu agar tetap terjaga kebersihannya. Salah satunya dengan menggunakan botol minum khusus, dengan botol minum khusus dapat dicegah pula terjadinya dewlap basah sehingga mengurangi resiko dermatitis serta tubuh dan kandang tetap bersih dan kering (tidak lembab). Model peralatan minum lainnya yakni dengan menggunakan nipple dan sistem saluran air minum yang terhubung. Jadi, ketersediaan air minum terjamin dan tetap higienis.


Apabila peralatan untuk air minum telah disediakan, maka langkah selanjutnya melakukan pengecekan setiap hari terutama menjaga kebersihannya. Air minum untuk kelinci kesayangan seharusnya air matang atau air yang layak untuk konsumsi manusia. Mengapa demikian? Karena air minum yang diberikan  juga memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan kelinci. Air minum yang tercemar mikroorganisme tertentu dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada kelinci.

Secara naluri kelinci akan berusaha
mencari sumber air
Apakah kelinci yang tidak pernah diberi minum dapat dibiasakan minum dengan botol minum/nipple drinker? Sangat bisa. Caranya letakkan kelinci didepan botol minum maupun nipple drinker lalu tekan ujung botol minum dengan jari hingga mengeluarkan air beberapa kali. Setelah itu, kelinci akan belajar secara otomatis karena kelinci memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Tidak membutuhkan waktu yang lama, kelinci akan mulai belajar sedikit demi sedikit. Penggunaan botol minum akan membuat badan kelinci dan bulu kelinci lebih bersih karena tidak banyak kontak dengan air. Jumlah konsumsi minum juga dapat dikontrol apakah normal atau tidak. Penting juga untuk diperhatikan, jumlah konsumsi air juga dipengaruhi oleh suhu ruangan dan jenis pakan yang diberikan. Peningkatan suhu akan meningkatkan konsumsi air minum begitu juga sebaliknya. Sedangkan pemberian pakan yang menggunakan dry food (pellet dan hay) juga akan meningkatkan minum dibandingkan diberikan sayuran segar.

Dibandingkan hewan lainnya, kelinci membutuhkan air minum dalam jumlah tinggi. Kebutuhan air minum kelinci yaitu 50-150ml per Kg berat badan per hari. Konsumsi air minum untuk kelinci dengan berat 2 Kg setara dengan anjing berat 10 Kg. Bahkan, ketika kelinci tidak mengkonsumsi air sesuai kebutuhannya selama 3 hari, maka akan meningkatkan konsumsi air hingga 6,5 kali dari porsi normal. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi dan anoreksia. Tentu kejadian ini sangat tidak diinginkan oleh pemilik, jika sungguh pemilik orang yang care. Sungguh luar biasa kelinci yang tetap berjuang hidup bertahun-tahun tanpa diberikan pasokan air dari pemilik. Semoga dengan tulisan dapat menjadi pertimbangan pemilik untuk dapat memenuhi kebutuhan kelinci, dimulai dari Air. Tidak ada kata terlambat, berikan yang terbaik untuk kelinci kesayangan Anda. Tunggu ulasan selanjutnya di Rabbit’s behavior part 3 selanjutnya yaa :)

readmore »»

3.06.2013

RABBIT’S BEHAVIOUR (Part 1)

.
0 komentar

TINGKAH LAKU KELINCI SAAT MAKAN 
TINGKAH LAKU PADA KELINCI – RABBIT’S BEHAVIOUR (Part 1) 


Tingkah laku pada kelinci memang sangat menarik untuk kita pelajari karena tentu berbeda dengan hewan lainnya. Kelinci terbagi menjadi kelinci liar (wild rabbit) dan kelinci domestic (domestic rabbit). Tingkah laku keduanya hampir mirip namun pada kelinci domestic dapat beradaptasi dengan hidup dalam kandang dan berkembangbiak dengan normal seperti habitat aslinya.

Tingkah laku pada kelinci terdiri dari beberapa hal, kali ini kita akan membahas tingkah laku saat makan, minum maupun tingkah laku yang dieliminasi, penasaran bukan? Yuk kita simak bersama :)

Tingkah laku pertama yang akan kita bahas adalah cara makan kelinci. Kelinci sangat selektif dalam mengkonsumsi pakan. Mereka lebih menyukai pakan yang lembut, berair dan mengkonsumsi makanan yang keras dalam jumlah sedikit untuk merangsang motilitas pencernaan. Selain itu proses pencernaan awal yaitu mastikasi atau mengunyah pada kelinci memiliki ciri khas. Kelinci akan mengunyah secara seksama dengan gerakan yang kompleks antara lidah dan rahang hingga 120 kali per menit. Kelinci memiliki waktu utama untuk makan yaitu di pagi dan malam hari dengan coprophagy (memakan feces lunak) 3-8 jam setelah makan. Kelinci juga menyukai bahan pakan yang manis dan mengandung molase atau sukrosa. Hal ini sangat bermanfaat apabila kelinci sedang mengalami anoreksia sehingga dapat membuat nafsu makan meningkat. 


anatomi tengkorak kelinci
Tingkah laku cara makan pada kelinci dipengaruhi oleh anatomi dan fisiologi saluran pencernaan. Wah semakin seru ya pembahasannya. Mari kita lanjutkan, untuk cara makan pada kelinci tentu tak lepas dari anatomi pada gigi kelinci. Struktur gigi kelinci terdiri dari incisors, premolar dan molar, sedangkan gigi caniners tidak ada. Hal ini tentu memberikan karakter khusus bahwa pada saat pakan masuk dalam mulut,maka gigi incisors akan segera memotong kecil-kecil dan kemudian segera dihaluskan oleh gigi premolar dan molar. Kejadian ini sangat cepat, sehingga pakan yang masuk ke saluran pencernaan selanjutnya akan lebih halus. Di saluran pencernaan pakan tersebut akan masuk lambung, usus halus kemudian pakan yang masih belum dicerna akan dicerna di sekum setelah itu baru ke usus besar dan sisanya berupa feces akan dikeluarkan.

Feces yang dikeluarkan oleh kelinci terdiri dari 2 tipe, yakni feces kering berbentuk bulat dan feces basah (caecotroph) berbentuk bulat kecil bergerombol seperti anggur dan basah. Nah, yang unik dari kelinci, mereka akan memakan kembali feces basah yang dikeluarkan. Itu alami lho ! dan memang harus dimakan lagi. Kenapa ya? Karena feces basah tersebut mengandung nutrisi dan harus dicerna kembali di dalam sistem pencernaannya. Normal atau tidaknya feces yang dikeluarkan juga dipengaruhi oleh pakan yang diberikan pada kelinci. Jadi, pemilihan pakan yang baik dan sesuai sangat penting diperhatikan pemilik.


Hay, pakan alami yang aman untuk kelinci
Pakan kelinci dapat berupa pakan kering (dry food) atau dalam bentuk segar. Pemberian pakan kedua tipe tersebut sebenarnya sama baiknya apabila pakan yang diberikan sesuai kebutuhan dan bersih atau bebas mikroorganisme. Namun, pakan kering berupa pellet lebih banyak diminati karena formulanya sesuai kebutuhan kelinci, lebih seimbang dan praktis. Pada umumnya pakan pellet memiliki kandungan serat yang rendah sehingga pemberian pellet ad libitum (tanpa ditakar) akan menyebabkan kegemukan. Kelinci dengan berat 2 - 3 Kg membutuhkan 100 – 120 gram pakan pellet per hari. Sebaliknya, apabila kelinci diberikan pakan kurang dari kebutuhannya makan dapat menyebabkan kerontokan bulu dan cenderung menggerogoti benda-benda disekitarnya. Perilaku tersebut dapat dihindari dengan menambah diet pakan berupa hay misalnya timothy hay, alfalfa hay, stragrass hay dan jenis lainnya. Jadi, pemberian pakan berupa pellet dan hay lebih aman dan sesuai kebutuhan kelinci dibandingkan pakan fresh yang rentan terkontaminasi mikroorganisme dan pestisida.

Ulasan tentang tingkah laku cara makan pada kelinci sudah kita bahas, semoga bermanfaat. Tunggu ulasan Rabbit behavior selanjutnya ya :)

readmore »»
 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas