15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

6.28.2011

PELIHARA KELINCI DI DALAM RUMAH YUK !!

.
3 komentar

PELIHARA KELINCI DI DALAM RUMAH YUK !!



Kelinci adalah makhluk hidup jadi tidak selayaknya kita sebagai pemilik hanya mengandangkan kelinci dan hanya memberikan makan dan minum saja. Kelinci sangat suka hidup di lingkungan yang luas, kandang tempat tinggalnya yang hanya berukuran 60cm x 50cm tentu tidak cukup untuk membuatnya bebas bergerak. Di alam liar, kelinci hidup secara berkoloni dan berada di padang atau hutan yang luas. Mereka bebas berlari dan melompat kapan pun ia inginkan. Sama halnya dengan kelinci liar yang hidup di hutan, kelinci kesayangan kita pun memiliki keinginan untuk dapat berlarian dan melompat kapan pun ia suka.

Kelinci layaknya hewan peliharaan lain juga menyukai sentuhan, belaian dan kasih sayang dari pemiliknya. Kelinci sebaiknya tidak hanya di letakkan di dalam kandang dan menghabiskan waktu hidupnya disana. Hewan bertelinga panjang ini sangat suka dan sering sekali mencari perhatian kepada pemilik, namun disayangkan terkadang pemilik kurang mengerti apa yang sedang kelinci kesayangannya inginkan.

Lantas apa yang harus dilakukan kita selaku pemilik kelinci?

Sebagai pemilik yang sayang dengan kelincinya tentu akan memberikan waktu untuk kelincinya bermain dan berlarian di luar kandang. Perhatikan sekeliling rumah sebelum kelinci di keluarkan dari kandangnya. Pastikan benda-benda yang sekiranya dapat digigit kelinci dan membahayakannya untuk segera diamankan, terutama kabel-kabel elektronik, charger HP, PC dan Laptop (punya kami sudah 2 kali ini kabel putus digigit kelinci :D) (2). Jika cemas rumah akan kotor karena kelinci yang berlarian ada baiknya sebelum itu untuk diajarkan *Toilet Training* agar pup dan pee kelinci teratur dan tidak berceceran dimana-mana.

Kelinci yang dilepas diluar kandang jika dia senang dan nyaman dengan kita maka ia akan langsung mendekat dan berputar-putar di kaki kita. Tingkah tersebut sangat lucu dan tidak akan berhenti hingga kita duduk dan membelainya dengan lembut. Kemudian dia berlari dan melompat tinggi seakan menari di udara *Binky Bunny*. Ada pula yang hanya diam dan mendekati kita

Bagaimana cara mendekatkan kita dengan kelinci kesayangan?

Untuk memulai mendekati kelinci tidaklah sulit *Berteman dengan kelinci*. Saat pertama kali ia datang ke rumah kita beri dia makanan dan belai-belai beberapa saat dan tunggu sampai ia makan, minum dan buang kotoran di kandangnya (1). Belai selalu disaat akan memberi makan, minum dan mambersihkan kandangnya. Kelinci juga dapat diberi nama *Memberi Nama Kelinci* ajari kelinci kita mengenali panggilan kita kepadanya dengan memanggilnya disaat kita berinteraksi dengannya.

Kelinci yang sudah mengenal kita akan mendekat dan suka mencari perhatian. Mulai dengan memilih-milih makanan, membanting tempat makan dan menhentakkan kaki ke kandang jika kita tidak meresponnya. Kelinci yang sering dimanja oleh pemiliknya biasanya gemar memilih makanan dan sedikit rewel jika makanan yang dia minta tidak kita berikan. *Berteman dengan Kelinci*

Bagaimana dengan menggendong kelinci?

Hal yang tidak boleh dilakukan saat akan menggendong kelinci adalah menarik atau mengangkat telinganya. Selain itu pula, berhati-hati saat menggendong kelinci. Jangan sampai kelinci terjatuh dari tempat yang tinggi. Struktur tulang kelinci berbeda dengan kucing, sehingga jika terjatuh dari tempat yang tinggi dapat mengakibatkan luka hingga patah tulang. *Cara Menggendong*

Apa saja mainan kelinci?

Banyak hal yang dapat dimainkan oleh kelinci. Hal yang sering dia lakukan adalah mengacak-acak kertas, koran atau rumput kering. Sediakanlah mainan tersebut di dalam kandang atau di luar kandang kelinci yang menurut anda paling sesuai. *Bermain bersama Kelinci*

Mengapa Kelinci harus diberi kesempatan untuk bebas/diluar kandang?

Kelinci yang hanya tinggal di dalam kandang saja akan sering mengalami kegemukan dan stress. Hal itu dapat diredakan dengan memberi mereka kesempatan bebas mengekpsresikan keinginan mereka. Kelinci yang terlalu gemuk juga rentan terkena penyakit dan dapat mengakibatkan infertil

Rumah atau Halaman tempat yang cocok untuk dia berlarian?

Jawabannya tentu adalah Rumah, karena dapat dipastikan rumah yang kita tinggali aman dari predator yang dapat membahayakan kelinci. Tikus, Kucing liar, Anjing hingga ular. Selain itu kebersihan kelinci juga lebih terjaga. Tidak dianjurkan untuk melepas kelinci di halaman rumah yang habis terkena air atau hujan. Karena selain bulu kelinci menjadi kotor juga dapat menjadi sumber penyakit

Dari ulasan singkat diatas dapat kita menyimpulkan bahwa kelinci memiliki waktu untuk diberi kesempatan bebas dan rumah kita yang menjadi tempat teraman untuk kelinci. Banyak sekali kelinci yang sudah pandai dalam toilet training sama sekali tidak membutuhkan kandang untuk dia tinggal, melainkan rumah yang dihuni bersama pemiliknya.

Mari kita bersama-sama merubah paradigma bahwa memelihara kelinci haruslah di dalam kandang dan jangan dikeluarkan karena bau dan suka buang air sembarangan. Kelinci juga aman dari ancaman penyakit zoonosis (penyakit dari hewan yang menular ke manusia) sehingga dari anak kecil hingga lansia sangat cocok untuk memelihara kelinci.

Info menarik lainnya dapat anda temui di blog ini, http://pradikarabbit.blogspot.com/

readmore »»

6.03.2011

MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG MOULTING PADA KELINCI

.
21 komentar

MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG MOULTING PADA KELINCI
Sering kali kita menjumpai bulu kelinci rontok dalam jumlah yang banyak bahkan hampir diseluruh tubuh. Salah satu kerontokan bulu kelinci yang terjadi dalam hidupnya adalah moulting. Mari kita mengenal lebih dekat mengenai moulting pada kelinci.
Bulu kelinci tumbuh dalam folikelnya secara tunggal atau dalam jumlah kelipatan dan memiliki karakteristik seperti mantel yang padat. Pertumbuhan bulu secara cepat terjadi pada kelinci yang baru lahir dan pada awalnya terdiri dari bulu-bulu halus yang lunak. Kemudian bulu ini akan berganti pada usia 5-6 minggu menjadi bulu intermediate sampai kelinci berusia 4-5 bulan. Bulu kelinci yang berganti menjadi intermediate akan bebas dari moulting sampai kelinci tersebut dewasa.
Saat menginjak usia dewasa akan mengalami moulting kembali tergantung dari musim dan terjadi setiap tahunnya. Selama moulting, terdapat berberapa area dari bulu yang mengalami tahap pertumbuhan. Kerontokan bermula dari kepala kemudian berjalan kebawah menuju leher, punggung, perut dan bagian lainnya. Proses moulting dipengaruhi oleh rangsangan lingkungan, hormone dan nutrisi. Selain itu kepadatan dari bulu kelinci juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan asupan gizi. Pada musim yang panas biasanya bulu kelinci lebih pendek dibandingkan pada musim dingin. Asupan gizi yang berkualitas akan mempengaruhi pertumbuhan bulu yang cepat.

readmore »»

5.23.2011

MERAWAT BULU KELINCI

.
1 komentar

MERAWAT BULU KELINCI



Salah satu yang menjadi penilaian hobbies dalam memilih kelinci adalah kebersihan dan kesehatan kelinci. Namun, seringkali kita hanya memperhatikan kesehatan kelinci dan kurang melihat pada kebersihannya. Kelinci yang memiliki kebersihan bulu dan tubuh tentu menjadi nilai tambah yang sangat besar. Kelinci yang bersih juga menjamin bahwa pemilik sangat menjaga dan memperhatikannya termasuk di dalamnya kesehatan kelinci. Hal ini, berlaku pula pada penghobi kelinci yang mengaku suka dan cinta dengan kelincinya. Semakin bersih dan rapi bulu kelinci miliknya, tentu semakin sehat pula kelincinya. Karena kebersihan adalah salah satu poin penting dalam mendeteksi kesehatan kelinci.

Semua setuju bahwa bulu kelinci yang bersih dan rapi menjadi idaman bagi setiap pemilik kelinci. Hal ini mutlak karena siapa yang tidak risih dan bahkan jijik jika melihat kelinci yang kotor dan tidak terawat. Siapa yang suka dengan kelinci dengan bulu yang gimbal dan kotor? Siapa pula yang betah berlama-lama dengan kelinci kesayangannya jika bulu dan tubuhnya penuh kotoran? Selain itu, tahukah bahwa kelinci yang kotor dapat membawa dampak negatif pula pada kita?

Sekali lagi perlu ditekankan bahwa lingkungan bersih dapat menjamin kesehatan. Hal ini berlaku pada semua makhluk hidup dan tentunya manusia. Sebagai contoh manusia yang tinggal di tempat kumuh akan lebih mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, kami akan berbagi sedikit tips mengenai cara-cara praktis untuk menjaga kebersihan bulu dan tubuh kelinci.

Tips mudah pertama, jangan pernah atau sekali-sekali meletakkan kelinci kesayangan kita pada lingkungan yang basah dan lembab. Perhatikan pula jika teman-teman gemar melepas kelinci di halaman, usahakan untuk tidak melepas kelinci disaat tanah/taman dalam keadaan basah (terutama usai hujan turun). Lingkungan yang basah dan lembab tidak baik untuk kelinci karena dapat menimbulkan berbagai penyakit dan juga dapat mengurangi kebersihan bulunya.

Tips kedua, rajin-rajinlah untuk menyisir bulu kelinci kesayangan teman-teman. Semakin sering kita menyisir bulu kelinci kesayangan kita maka bulu-bulu mati kelinci akan terangkat dan dapat mencegah terjadinya gimbal dan rontok berlebih. Selain itu pula, tindakan menyisir ini juga sebagai cara untuk mencegah kelinci menggigiti kulit atau bulu (yang dapat menyebabkan gimbal) akibat rasa gatal yang disebabkan kotoran atau benda asing yang menempel. Usahakan sekali dalam sehari kita menyempatkan waktu sejenak untuk menyisir bulu kelinci kesayangan kita.

Tips ketiga, beri kelinci makanan yang banyak mengandung vitamin E. Vitamin ini banyak dalam terdapat dalam berbagai sayuran dan terkandung pula pada pakan kering kelinci (Rabbit Pellet).

Tips keempat, Hindarkan kelinci pada tempat yang terlampau panas karena suhu yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kerontokan pada bulu kelinci.

Tips kelima, terutama untuk kelinci yang berbulu panjang, sangat disarankan untuk menyediakan botol minuman khusus untuk kelinci agar saat minum bulu tidak ikut basah terkena air.

Tips keenam, jika kelinci anda saat ini dalam keadaan kotor dan susah untuk melakukan pembersihan, disarankan untuk membawa ke salon khusus kelinci agar mendapat penanganan lebih lanjut. Pastikan pula salon yang dikunjungi benar-benar ahli dalam meng-handle kelinci.

readmore »»

4.24.2011

MENGAPA KEMATIAN PADA BAYI KELINCI SERING TERJADI?

.
7 komentar

MENGAPA KEMATIAN PADA BAYI KELINCI SERING TERJADI?



Saat memelihara kelinci tentunya senang apabila kelinci kita dapat berkembang biak dan menghasilkan anak-anak kelinci yang sehat dan lincah. Akan tetapi sering pula kita kehilangan anak kelinci satu ekor atau lebih secara tiba-tiba dengan berbagai alasan yang berkaitan dengan faktor peternakan, nutrisi dan lingkungan. Kebersihan dari kotak beranak pun penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu, kotak beranak yang akan digunakan hedaknya didesinfeksi untuk mengurangi kontaminasi bakteri.

Induk kelinci hendaknya diobervasi secara rutin untuk memastikan ia makan dan minum serta tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Dan dilakukan pengecekan setiap hari secara teratur pada kotak beranak apakah kotor atau ada bayi yang mati. Yang tak kalah penting adalah perlindungan induk kelinci dan kotak beranaknya terhadap faktor lingkungan diantaranya akibat cuaca yang extreme atau predator yang akan menimbulkan stress. Berikut penyebab kematian yang sering terjadi pada bayi kelinci :

1. Penyakit Infeksius

Penyakit akibat infeksi bakteri adalah penyebab utama kematian pada bayi kelinci yang masih dalam kandungan. Bakteri penyebab infeksi ini antara lain Pasteurella multocida, Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Clostridium perfringens. Pasteurella multocida dapat menyebabkan abortus, kematian pada saat dilahirkan dan kematian pada bayi kelinci yang masih dalam kandungan. Oleh sebab itu, kebersihan lingkungan sangat penting untuk diperhatikan dengan tidak ada feces maupun urin yang mengkontaminasi kotak beranak.

2. Kegagalan Induk Menyusui

Hal ini akan menyebabkan kematian pada bayi kelinci. Induk kelinci yang dapat memproduksi susu tetapi ia menderita penyakit seperti mastitis akan berdapak buruk bagi bayinya. Bayi kelinci tidak mendapatkan asupan nutrisi akan mengalami dehidrasi. Dan penting untuk diketahui bahwa induk kelinci menyusui anaknya hanya 1-2 kali sehari sehingga jika induk tidak berada didalam kotak beranak bukan berarti meninggalkan anaknya. Bayi kelinci juga harus diperiksa setiap hari, jika nutrisinya bagus maka kulitnya akan lembut dan perutnya bulat.

3. Naluri Induk

Beberapa induk memiliki naluri yang kurang sebagai induk. Naluri induk muncul dikarenakan hormon prolactin, oleh karena itu jika jumlah hormon prolactin yang rendah maka naluri yang muncul pun akan sedikit. Bahkan, tidak ada naluri untuk membuat sarang dalam kotak beranak, sehingga dapat digantikan dengan diambilkan dari bulu induknya atau diganti dengan kapas, tissue maupun kain yang lembut.

4. Nutrisi Induk

Kekurangan nutrisi pakan pada induk kelinci dapat menyebabkan gangguan laktasi dan bayi kelinci menjadi kurus. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kematian bayi kelinci pada saat didalam kandungan maupun pada saat melahirkan. Kekurangan vitamin E dapat diatasi dengan pemberian gandum atau tauge pada menu pakannya. Akan tetapi, produksi susu yang tinggi juga beresiko karena memungkinkan untuk pertumbuhan bakteri dalam tubuh bayi kelinci.

5. Lingkungan

Kematian bayi kelinci dapat juga disebabkan oleh lingkungan antara lain akibat predator misalnya tikus ataupun akibat cuaca yang suhunya dapat berubah secara mendadak sehingga induk dan bayi kelinci mudah stress dan sakit.


readmore »»

4.07.2011

MERAWAT BAYI KELINCI TANPA INDUK KELINCI

.
111 komentar

Merawat Bayi Kelinci Tanpa Induk Kelinci


Merawat bayi kelinci tanpa induk kelinci tentunya bukan hal yang biasa. Bahkan tak jarang bayi kelinci yang ditinggal oleh induknya tak mampu bertahan hidup. Tentunya permasalahan ini sering terjadi disekitar kita. Yuk, kita ulas bersama mengenai kebutuhan bayi kelinci saat setelah dilahirkan hingga siap disapih.

Pemeliharaan bayi kelinci tanpa induk kelinci tentunya perlu perhatian yang intens. Pada dasarnya induk kelinci menyusui bayinya hanya satu hingga dua kali sehari. Dan induk kelinci hanya akan menghasibkan waktu 5 menit didalam sarang untuk menyusui. Bayi kelinci yang belum disusui selama 48 jam harus diberikan tambahan pakan. Pemeliharaan bayi kelinci tentunya lebih sulit dibandingkan kelinci dewasa karena lebih rentan terhadap penyakit. Akan tetapi dengan ketelatenan dan kasih sayang pemilik maka hal tersebut dapat diatasi.

Bayi kelinci terutama yang usianya kurang dari 7 hari hendaknya diletakkan di tempat yang hangat pada suhu 27 ± 308C (80,6 ± 868F). Bayi kelinci bisa dimasukkan ke dalam sebuah kotak kecil dilapisi jerami dan bulu induk kelinci. Jika tidak memungkinkan mendapatkan bulu induk kelinci, maka dapat digantikan dengan kapas atau kain atun yang lembut.

Pakan pengganti untuk bayi kelinci yang kehilangan induknya, dapat diberikan susu kucing yang ditambahkan dengan multivitamin. Susu kucing sebelum diberikan harus diencerkan dengan air yang sebelumnya direbus untuk proporsi yang direkomendasikan sama seperti anak kucing. Susu yang diberikan harus hangat sebelum diberikan. Walaupun induk kelinci hanya menyusui 1-2 kali sehari, namun pakan pengganti susu kucing harus diberikan 3 ± 5 kali sehari. Dan selama pemberian susu pengganti hendaknya selalu dipantau berat badan dari bayi kelinci. Apabila berat badannya rendah sekali maka harus diberikan susu lebih sering dari sebelumnya.

Kebutuhan konsumsi susu pada anak kelinci (ml/hari)

Pemberian pakan pengganti dapat diberikan dengan spuit atau dengan botol susu lengkap dengan dot sama seperti pada anak kucing. Dalam membantu bayi kelinci menyusu perlu diberikan secara perlahan-lahan untuk menghindari pneumonia yang dapat berakibat fatal bagi bayi kelinci. Setelah selesai menyusu, maka langkah selanjutnya memijat perlahan perut mereka dengan kapas yang dibasahi air hangat. Tujuannya dalah untuk merangsang buang air kecil dan besar. Setelah mencapai usia 5 ± 6 hari, treatment pada perut diatas tidak diperlukan lagi karena anak kelinci akan dapat buang air sendiri.

Pada usia 3 minggu anak kelinci akan mulai menggingit jerami yang ada dalam kotak sehingga pada usia ini anak kelinci hendaknya mulai dikenalkan dengan pakan hijauan maupun konsentrat disamping tetap diberikan susu. Setelah berusia 35 hari anak kelinci siap disapih dan diberikan pakan berupa hijauan maupun konsentrat demi kelangsungan hidupnya. Semoga bermanfaat ^.^

Untuk Produk susu pengganti silakan klik disini

readmore »»
 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas